rasis diskriminasi warna kulit

Rasisme dan Bagaimana Cara Menanggulanginya?

Seperti kita ketahui bersama, negara Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah populasi jiwa terbanyak di dunia. Selain itu didukung dengan keragaman kelompok suku, adat dan agama yang terdapat di dalamnya menjadikan Indonesia memiliki kekayaan budaya di dalamnya.

Dengan bermacam jenis etnis, suku dan adat di negara ini yang tersebar di setiap kepulauan menyebabkan banyak juga perilaku budaya yang bisa menjadi ciri khas masing-masing.

Nah, dilihat dari kemajemukan seperti ini dengan tataran cara masing-masing dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan ada sebuah persoalan mendasar yang bisa saja terjadi dengan nama Rasisme.

Apa itu Rasisme?

Jika dikutip dari Wikipedia, menyatakan bahwa “Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya”

Adapun dari beberapa sumber yang didapatkan rasisme juga bisa mengacu pada definisi paada sebuah kelompok etnis tertentu, adanya rasa takut kepada orang yang asing, menolak secara sadar hubungan dengan ras lain, ataupun kelompok tertentu yang digeneralisasi (stereotipe).

Perihal rasisme pun biasanya memiliki pola dan bentuk yang bermacam, semisal berupa komentar maupun lelucon menyakitkan, ejekan yang keluar secara verbal, perlakuan intimidasi atau pelecehan, hingga melakukan aktifitas status di media sosial yang menambah rasa tidak suka terhadap sebuah golongan.

Dengan adanya rasisme tersebut membuatadanya ketidakseimbangan terhadap sebuah ras yang berbeda. Sehingga nantinya membuat adanya anggapan ras tertentu yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan ras lain sehingga secara masif digunakan sebagai sebuah pembenaran.

dampak rasisme

Ini dia Beberapa Contoh Rasisme

“Cina Pelit”

Perkataan seperti ini kerap digunakan oleh pribumi Indonesia yang kebanyakan menyematkan kata pelit melekat di orang dengan ras Cina, terlebih jika didapatkan ada seorang anak Cina yang tak berbagi dengan alasan tertentu.

Bahkan jika ada kaum pribumi yang berperilaku pelit pun akan segera dicap pelit seperti orang Cina.

“Lelet = orang Jawa”

Tak hanya kaum Cina, orang suku Jawa pun tak jarang mengalami cap sebagai kaum lelet, lambat dll. Hal tersebut didasarkan pada tipikal orang Jawa yang biasanya manut, nurut dan lelet sehingga bagi kebanyakan orang seringkali akan mecap seseorang sebagai orang Jawa karena sikap leletnya, padahal belum tentu orang yang dikatai berasal dari suku Jawa.

Black Face

Yang satu ini kerap terjadi juga yang mana menunjukkan sikap rasis kepada orang kulit hitam melalui cara melakukan pementasan dengan teknik makeup yang berwarna gelap dan melakoni orang kulit hitam.

Sering juga kita jumpai pada sebuah show pentas lawakan, di Indonesia juga, yang mana sang pelawak yang berkulit putih di make up sedemikian rupa menjadi gelap untuk membawa peran seseorang kulit hitam.

Bukankah akan lebih bijak jika mencari pemeran yang memang sudah hitam dari aslinya? Kenyataannya, seperti itulah yang terjadi.

Bullying

Di negara kita tercinta sendiripun kasus pembullyan masih banyak didorong oleh faktor perbedaan suku, agama, ras maupun adat budaya. Biasanya kaum minoritas yang menjadi korban.

Sebagai contoh, si A dan si B enggan melakukan pertemanan dengan si C oleh sebab memiliki agama yang berbeda. Tidak sampai disitu, si C sering dibully oleh si A dan si B karena perbedaan tersebut. Hal seperti ini gak jarang terjadi di sekolah loh!

Mengatasi Rasisme Hingga Tuntas

Lantas, apakah ada cara untuk mengatasi perlakuan tersebut sampai ke akar-akarnya? Tentu saja berpulang kepada masing-masing individu.

Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda tidak ingin terlibat dalam perlakuan rasis atau setidaknya bisa mawas diri agar tidak menjadi korban juga.

stop rasisme

#1. Bercerminlah. Refleksikan diri tentang rasisme, apa saja penyebab terjadinya tindakan tersebut, bagaimana kondisi mengenai kelompok korban maupun kelompok pembully sendiri.

#2. Perdalam topik mengenai “Ras”. Seriuslah mendalami tentang sejarah rasisme, pengertian dan lain sebagaiya melalui buku yang memang kredibel membahas tentang tindakan satu ini.

#3. Terbukalah. Era perkembangan jaman sekarang semakin tak terbendung, jangan terpaku hanya pada pemikiran tradisional yang sempit.

#4. Buang prasangka negatif terhadap kelompok ras lain. Pasti ada alasan tertentu sesuai adat yang mereka yakini selama ini untuk melakukan sesuatu hal.

#5. Stop menghina kelompok ras tertentu, walau itu merupakan bahan candaan. Akan lebih bijak jika diam saja.

#6. Hargai keragaman budaya dari berbagai etnis. Indonesia merupakan negara berkebudayaan majemuk, sadarilah itu!

#7. Jangan hanya tinggal diam ketika melihat ada yang bersikap rasisme terhadap kelompok tertentu, tegurlah dengan sopan agar mereka yang melakukan hal tersebut menyadarinya.

#8. Dokumentasikan sebagai bukti jika ada yang melakukan rasisme dan publikasikan secara luas agar menimbulkan efek jera terhadap mereka yang berperilaku rasis seperti itu.

#9. Temui diskusi-diskusi yang sehat mengeai keragaman ras dan budaya sehingg anda akan banyak pengalaman mengenai kemajemukan budaya Indonesia yang begitu berharga.

Nah, itulah tadi beberapa hal penting yang perlu diketahui mengenai tindakan rasis. Semua bermula dari diri sendiri apakah mau menjadi seseorang yang membully atau menghargai keanekaragaman mengenau suku, agama, ras dan adat istiadat.

RACISM, IT STOPS WITH ME

Share your thoughts