Wanita Risih plus Ilfil Sama Candaan Pria tentang Seks dan Rasis

Setiap orang tentunya memiliki kriteria karakter idaman sebagai pasangan, termasuk bagi seorang wanita tentunya masing-masing memiliki selera yang berbeda.

Tentu saja ada juga beberapa hal karakter yang tidak disukai oleh wanita dari pasangannya, dan dari beberapa sumber yang diperoleh setidaknya ada tiga sifat dari pria yang tidak disukai oleh wanita, bahkan bisa bikin ilfil seketika.

  1. Gak mau mengalah

Seorang pia yang bersifat karakter mau menang sendiri ini cenderung selalu menampilkan bahwa dia lebih unggul dari orang lain, bahkan termasuk pasangan wanitanya.

Mereka tak sadar bahwa dengan melakukan hal demikian akan membuat orang lain merasa tak nyaman dibuatnya, apalagi terhadap pasangan.

Salah satu hal yang paling mudah diketahui dari sifat lelaki seperti ini bisa dicoba dengan menceritakan kepadanya pengalaman mengunjungi tempat menarik dan berkesan.

Nah, biasanya orang dengan karakter egois seperti ini akan membalsnya dengan bercerita hal lain mengenai dirinya dalam topik yang sama. Sebagai contoh tatkala kita berbicara mengneia perjalanan ke Bandung, dia akan membalasnya dengan cerita perjalanan ke Raja Ampat.

Jadi seorang pria tipe ini bukanlah seorang pendengar yang baik serta tidak akan memperhatikan pembicaraan lawan bicaranya, termasuk istrinya.

seorang wanita ilfil sedih

Yang selalu ditunggu adalah sebuah jeda kalimat untuk membalas pembicaraan agar mereka terlihat “lebih unggul”, sehingga merasa dirinya selalu di posisi lebih tinggi.

Mungkin sifat tak mau mengalah tersebut akan sangat mengasyikkan ketika diterapkan ke hubungan intim di ranjang, dimana seorang pria yang lebih memilih memuaskan wanita nya adalah seorang yang didambakan hampir setiap istri.

Lagipula, sekarang cukup banyak produk pasutri untuk menambah durasi hubungan tahan lama sehingga sangat membantu seorang pria untuk tidak “mengalah” dulu dalam kepuasan bercinta.

Salah satunya adalah produk Foredi Gel, yang sangat legendaris membantu pria tahan lama di ranjang. Dengan harga Foredi yang terjangkau jika dibandingkan manfaat optimal yang diperoleh, tentunya sangat layak dibeli.

Idealnya sih seperti itu ya, pria jangan sampai mau kalah di ranjang!

  1. Hanya mau kesenangannya saja

Tidak bisa dipungkiri kalau setiap orang memiliki hobi, minat dan ketertarikan masing-masing pada hal tertentu, termasuk dengan pasangan hidup pun bakal memiliki kesenangan yang berbeda.

Namun hal tersebut bukan berarti seorang pria tidak mau menerima akan adanya perbedaan minat tersebut, terlebih kepada istri sendiri.

Ya, kenyataannya banyak juga para pria yang hanya egois dalam melakukan hobinya sebagai contoh kecil dalam menonton siaran TV tentunya antara suami dan istri memiliki preferensi yang berbeda satu sama lain tentang acara TV favorit yang hendak ditonton.

Seorang pria yang hanya mementingkan kesenangannya biasanya tidak akan memberikan kesempatan kepada pasangannya untuk menonton acara TV sesuai dengan minatnya.

Selain itu contoh lain jika berbicara tentang musik, bisa jadi keduanya memiliki kegemaran aliran musik yang berbeda sehingga dengna hanya membahas hal musik tentang kesukaan suami tentunya lama kelamaan akan membuat sang wanita jengah, bosan dan merasa tidak dipedulikan.

  1. Terlalu memuja diri dan ras

Berbicara hal berbau seks meskipun itu merupakan candaan tentu saja tidak semua wanita bisa menerimanya sebagai sebuah bahan lelucon apalagi jika dikaitkan dengan diri sendiri.

Oleh sebab itu para pria yang terlalu banyak bercanda mengenai hal-hal berbau seks akan lebih merasa dirinya sedang bercanda, padahal kenyataanya bisa membuat pasanaga wanitanya jadi ilfil.

Selain itu, tipikal lain dari pria yang juga sering ngomong sembarangan adalah kecenderungan bercakap mengenai rasisme, seperti mengangungkan dirinya sebagai keturunan ras tertentu yang lebih superior dibandingkan ras dari wanitanya berasal.

Dengan kondisi superior tersebut tentunya bakal menjadi masalah jika diteruskan ke dalam sendi kehidupan berumah tangga dimana biasanya pria yang memiliki karakter tersebut akan cenderung melimpahkan seluruh pekerjaan rumah tangga kepada wanita.

Tidak hanya itu, mereka akan selau menuntut untuk dilayani, mulai dari bangun pagi hingga tidur malam setiap harinya, sehingga dalam benaknya seorang wanita memiliki posisi yang lemah.

Hal tersebut tentunya bertentangan dengan peran seorang pria dan wanita yang seharusnya menjadi pasangan mitra yang setara di dalam mengarungi biduk rumah tangga.

Leave a Reply